Pas 2 minggu lagi SNMPTN tertulis berlangsung. Deg-degannya tapi sudah mulai sejak kemarin, duh lebih dari deg-degan malah. Gugup. Ini ujian pinginnya jadi ujian sekali seumur hidup. Nggak mau nunggu sampe tahun depan. Pinginnya sukses di SNMPTN 2012 ini.
Menaruh harapan besar sekali pokoknya di tahun ini. Lulus UAN dan melepas status pelajar, sudah. Tinggal menunggu untuk Allah menjabah doa hambay-Nya ini menjadi mahasiswa di universitas dan fakultas yg sudah dipilih, dan ini masalah waktu. Duhaaaiiiii!!!! Deg-degan syeeer!!!!
Ya Allah, permudahkanlah jalan hamba untuk meraih cita-cita ini. Permudah jalan hamba masuk universitas dan fakultas terbaik yg hamba inginkan..
Ya Allah..
If your wish doesn’t come true, something better was meant for you.
Agak sakit sebenarnya ngelihat gambar mereka bahagia sekali di sana tanpa aku. Mungkin nggak kepikiran aku pas lagi bahagia-bahagia gitu ? Kayaknya sepenuhnya nggak ya, tu enggak ada yg nanya kondisi hati aku sejak saat itu. Sabar, kesal kecewa sedih pendam aja.. Cukup Allah yg tau seberapa berlubangnya sakit hati ini. Mau dikata lebay, terserah. Nggak peduli. Yang jelas, sakitnya (masih) a-g-a-k terasa.. Tapi, catatan aku nggak dendam apalagi benci. Alhamdulillah aku jauh dari perasaan jelek kayak gitu ;)
Lagi dan lagi aku menyakiti perasaannya, tapi ia tetap memberi maaf. Tuhan, terimakasih telah memberi aku seseorang yg menyayangiku dan sangat sabar mengahadapi keegoisannku…
Mama, meminta maaf atas salahku hari ini adalah tindakan yg bisa aku lakukan. Maaf ma, dengan tangis yg berderai dan dengan sejuta perasaan bersalah, aku tulus meminta maaf..
Dan terimakasih, Ma… Maaf yg engkau berikan tidak pernah habis untukku. Sabar yg engkau punya tidak pernah kurang untuk menghadapiku. Sayang yg engkau miliki tidak pernah terhapus padaku.. Terimakasih, Ma :”)
Tenang pikiran setengah, tinggal mikirin snmptn lagi :”) SEMANGAT DIAN!!!!
Terimakasih, Allah. Di akhir juga selalu diberikan segelintir kepedulian yg sanggup membuat senyum kembali merekah.
Terimakasih, Mama. Pundak mama dan nasehat Mama, sangat membantu menenangkan :”)
Terimakasih, KakIm. Pesan-pesan singkat yg dikirim sudah bs menenangkan dan membuat senyum. Setidaknya aku tahu kamu tidak lupa ada aku, dan terimakasih Allah memberi komunikasi walau sejenak itu :”)
26 MEI 2012, selamat tinggal masa SMA :”) Terimakasih untuk kenangan-kenangannya :”) Selamat tinggal yang namanya seragam dan upacara bendera di hari senin :”) Selamat tinggal masa-masa pelajar :”)
Dan….selamat datang dunia perkuliahan :”) {}
Aku akui bahwa aku adalah salah satu dari segelintir orang munafik yang bergaya seakan sanggup untuk bertahan. Kenyataan yang ada malah sebaliknya. Aku sudah lemah dan sekarang aku sedang berusaha meruntuhkan kata munafik itu. Lebih baik aku menjauh dan membuat jarak yang tidak tampak tapi terasa. Aku tidak ingin menambah dosa dan aku juga tidak ingin terlalu lama berada dilingkup yang tidak dapat membuat aku merasa seutuhnya nyaman. Aku ingin lepas dari salah satu dari sekian beban ini. Aku tidak ingin terikat lagi.. Karena aku tidak pernah berkata bahwa aku setuju..
Keep calm, Dian. Jangan kepancing mood apalagi emosi. Tutup telinga, tutup mata, jangan tanggapi apapun kata dia, dia, dia dan mereka. Jangan perbanyak dosa hanya karena kata-katanya. Calm….
could it be love…